Karakteristik Kopi Arabika yang Harus Diketahui

Karakteristik Kopi Arabika yang Harus Diketahui

Read Time:2 Minute, 11 Second

Meski tampak serupa dengan yang lain, nyatanya karakteristik kopi arabika tetap bisa dibedakan. Memang pada dasarnya tanaman yang bernama latin Cofea sp., ini memiliki berbagai varietas dengan ciri tertentu.

Diantara ragam jenis yang paling populer ialah kopi arabika. Tetapi meski begitu sebagian dari para penikmat kopi tersebut enggan mengetahui jenis kopi apa yang tengah mereka nikmati.

Kopi arabika menduduki posisi paling depan sebagai jenis yang paling banyak beredar di pasaran Indonesia. Hal tersebut dikarenakan oleh teksturnya yang begitu ringan di mulut sehingga tidak menyisakan rasa pekat berlebihan.

Ciri-Ciri Terhadap Karakteristik Kopi Arabika

Berikut karakteristik kopi arabika yang membuatnya paling digemari oleh para penikmatnya, yakni:

  • Kandungan kafein arabika

Dipercaya varietas arabika merupakan kopi yang murni dan memiliki cita rasa terbaik dengan kandungan kafein mencapai 0.8-1.4persen. Rupanya jenis arabika pun ada banyak ragam hingga membentuk keragaman jenis.

Hingga saat ini telah diketahui baru sekitar 500jenis arabika serta lebih dari 6.000 sub varietas.

  • Bentuk luar biji kopi arabika

Meski biji kopi terlihat serupa antara jenis satu dengan yang lain, namun ketika diamati terdapat perbedaan yang mencolok dari mereka. Untuk biji kopi arabika sendiri memiliki bentuk bulat yang agak sedikit panjang. Rupanya agak sedikit tipis dan melengkung sebagaimana bulan sabit.

Biji arabika juga tampak lebih mengkilap dibanding varietas lain yang lebih dop. Celah yang terletak di bagian tengah biji melengkung, yang setelah dipanggang warnanya akan berubah menjadi kekuningan.

  • Cita rasa gerusan biji kopi arabika

Setiap varietas dari arabika tersebut memiliki rasa yang berbeda-beda sehingga penggemar arabika mempunyai begitu panyak pilihan. Hal ini juga membuat jenis ini memiliki amat banyak penggemar dengan skor tertinggi di dunia.

Cita rasa yang khas tersebut disebabkan oleh teksturnya yang kental ketika diseduh namun tidak meninggalkan kesan berat berlebihan saat diseruput. Selain itu arabika memiliki kombinasi aroma dan rasa yang unik seperti rasa seperti lemon, aroma coklat, bahkan madu.

Ragam aroma yang merupakan karakteristik kopi arabika tersebut didapat dari kondisi tanah tempatnya tumbuh. Jadi arabika yang ditanam di Kintamani Bali akan memiliki perbedaan aroma yang khas dengan kopi di daerah Mandailing dan seterusnya.

Aroma dan rasa tambahan yang muncul ketika kopi diseduh akan menjadi nilai tambah bagi biji kopi tersebut.

  • Ketinggian lokasi budidaya

Untuk mendapatkan hasil kopi terbaik maka disarankan untuk menanam arabika pada ketinggian 1.000-2.000mdpl. Kopi lebih cocok tumbuh di dataran sedang ke tinggi dengan udara sejuk. Apabila ditanam pada dataran yang lebih rendah dari ketentuan, maka tanaman akan terserang penyakit karat.

Indonesia adalah negara pengekspor kopi yang patut diperhitungkan. Apalagi karakteristik kopi arabika khas Tanah Air merupakan 6 dari 7 arabika terbaik dunia. Keenam komoditi terbaik tersebut ialah Toraja, Mandailing, Kintamani, Aceh, Bengkulu, dan Jawa.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Menyimak Kelebihan Produk Susu S26 Gold Previous post Menyimak Kelebihan Produk Susu S26 Gold
Apa Itu CSV: Kunci Keberhasilan yang Harus Diterapkan Next post Apa Itu CSV: Kunci Keberhasilan yang Harus Diterapkan