Tips Orang Tua Membantu Mengelola Emosi Anak Dengan Baik

Deretan Masalah Pencernaan Anak Yang Paling Sering Terjadi

Read Time:2 Minute, 8 Second

Anak-anak begitu rentan terhadap penyakit serta berbagai masalah gangguan pencernaan. Kondisi saluran pencernaan serta sistem imun yang belum optimal membuat kuman lebih gampang menyerang tubuh anak.

Masalah pencernaan anak juga kerap kali tak terdeteksi. Wajar karena anak cenderung sangaf tertutup dan belum mau berkomunikasi dengan baik. Biasanya, anak menjadi gampang rewel, menangis atau sering mengeluh sakit perut tanpa bisa menjelaskan rasa sakit dengan baik.

Nah, agar orang tua semakin paham dengan masalah yang terjadi pada pencernaan anak, silahkan simak deretan masalah pada pencernaan anak yang sering terjadi berikut :

1. Diare

Diare adalah frekuensi buang air besar yang lebih banyak dibanding biasanya. Umumnya anak sampai tiga kali sehari buang air besar dengan bentuk tinja yang mencair. Diare bisa disebabkan karena banyak hal. Diantaranya seperti infeksi virus, parasit hingga bakteri.

Tak hanya itu, diare juga dapat disebabkan karena masalah malabsorpsi, gangguan pada kekebalan tubuh, keracunan makanan hingga gangguan sindrom usus pendek serta salah minum antibiotik.

Penanganan diare bisa dilakukan dengan memberi makan atau asupan ASI sedikit demi sedikit tapi sering. Jika diare tidak dapat tertangani, segera bawa anak ke dokter anak secepatnya.

2. Konstipasi atau sembelit

Masalah pencernaan ini adalah kebalikan dari diare. Konstipasi terjadi saat frekuensi buang air besar tidak lebih dari dua kali seminggu. Biasanya juga disertai dengan mengejan sampai kesakitan. Bentuk tinja juga berbeda, agak keras dan bulat.

Masalah ini disebabkan karena perubahan pola makan pada anak. Anak yang tidak diajarkan rutin buang air besar turut berkontribusi untuk terkena masalah konstipasi.

Konstipasi yang terjadi dua minggu lebih bisa menyebabkan resiko yang lebih berat. Pasalnya membuat perut menjadi kembung dan bisa membuat resiko radang dan masalah pada usus.

3. GERD

Refluks gastroesofageal atau yang dikenal dengan sebutan GERD juga sering terjadi pada anak. Kondisi tersebut disebabkan karena otot di bagian ujung kerongkongan belum cukup kuat.

Untuk anak, GERD terjadi karena masalah tekanan di bagian bawah kerongkongan atau otot kerongkongan yang sangat melemah. GERD juga bisa disebabkan karena intoleransi makanan, stress hingga kelainan anatomi lambung.

Tanda GERD pada anak bisa ditandai dengan panas di bagian dada atas, sesak, sendawa berlebihan hingga asam lambung terjadi hingga tenggorokan.

Penanganan GERD dapat dilakukan di rumah. Misalnya dengan meninggikan kepala anak ketika tidur menggunakan dua bantal. Selanjutnya, jangan biarkan anak tidur setelah makan. Anak disarankan tidak makan makanan berlemak.

4. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan karena tubuh tidak memproses laktosa dengan optimal di usus halus. Gejala yang sering terjadi biasanya diare, nyeri pada perut, kembung, muntah, hingga sering flatus.

Anak yang mengalami intoleransi laktosa disarankan untuk menghindari berbagai olahan laktosa. Diantaranya keju, susu, yogurt hingga makanan yang mengandung olahan susu.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Aplikasi Konsultasi Dokter Gratis Diakses Oleh Siapa Saja Previous post Aplikasi Konsultasi Dokter Gratis Diakses Oleh Siapa Saja