Dampak Konsumsi Makanan & Minuman Tinggi Kandungan Sukrosa

Dampak Konsumsi Makanan & Minuman Tinggi Kandungan Sukrosa

Read Time:2 Minute, 6 Second

Makanan dan minuman manis memang lebih disukai oleh banyak orang terutama oleh anak-anak. Namun, pemberian makanan dan minuman manis wajib dibatasi, khususnya yang memiliki kandungan sukrosa yang tinggi.

Pasalnya, gula jenis ini bisa menyebabkan pengaruh negatif bagi kesehatan terutama bagi anak-anak yang sulit membatasi konsumsi makanan dan minuman manis. Tidak heran jika anak cenderung lebih lahap mengonsumsi makanan atau minuman manis jika dibandingkan dengan jenis makanan dan minuman lainnya. Namun perlu diketahui bahwa ini harus dibatasi agar tidak memberikan dampak negatif bagi anak.

Kandungan Dalam Sukrosa

Sukrosa merupakan nama lain dari gula pasir yang setiap hari kita konsumsi. Sukrosa merupakan perpaduan dari dua molekul, yakni fruktosa & glukosa. Karena sukrosa terdiri dari glukosa & fruktosa, rasa sukrosa terdapat di tengah keduanya, yakni lebih manis daripada glukosa & kurang manis apabila dibandingkan menggunakan fruktosa.

Saat sukrosa dicerna dan diserap, tubuh akan mengutamakan penggunaan glukosa terlebih dahulu, lantaran prosesnya lebih mudah. Sementara itu, fruktosa akan disimpan terlebih dahulu pada bentuk lemak.

Selain gula-gula pada atas, masih ada pula jenis gula laktosa yang adalah campuran glukosa & galaktosa. Gula ini secara alami dihasilkan dalam ASI atau produk susu hewani, namun juga ditemukan dalam makanan atau minuman yang telah diproses.

Laktosa merupakan sumber tenaga anak dan diketahui mempunyai pengaruh yang baik buat metabolisme anak. Selain itu, laktosa pada makanan atau minuman yang dikonsumsi anak bisa mempertinggi jumlah bakteri baik pada usus & mengoptimalkan penyerapan nutrisi lain, misalnya vitamin B12 & kalsium.

Akibat Konsumsi Sukrosa Berlebih pada Anak

1. Menimbulkan kerusakan gigi

Kandungan sukrosa akan berdampak pada kesehatan gigi anak. Sering makan makanan atau minuman tinggi gula mampu mengakibatkan kerusakan gigi. Pasalnya, residu gula yang menumpuk pada celah-celah gigi akan bercampur dengan bakteri pada mulut. Hal ini bisa mengakibatkan anak mengalami sakit gigi atau gigi berlubang jika tidak dibersihkan dengan benar. Jika gigi berlubang tidak segera diatasi, ada kemungkinan gigi harus dicabut agar tidak menyebar.

2. Meningkatkan risiko obesitas

Fruktosa yang terdapat pada sukrosa cenderung akan ditumpuk oleh tubuh menjadi lemak. Lemak ini seharusnya sebagai cadangan tenaga untuk anak. Namun, sayangnya, gula pada makanan dan minuman anak ini sanggup berkali-kali lipat lebih banyak daripada kebutuhan tenaga anak yang sebenarnya.

Alhasil, kebanyakan gula ini hanya akan menjadi tumpukan lemak dan menyebabkan anak mengalami obesitas. Mungkin kondisi ini dianggap sepele namun jika dibiarkan maka bisa menjadi pemicu berbagai penyakit lain seperti diabetes hingga penyakit jantung.

Lactogrow bisa menjadi susu pilihan yang mengandung nutisi lengkap tanpa kandungan sukrosa. Lactogrow memiliki kandungan 13 vitamin, 7 mineral, serta omega 3 & 6 untuk dukung tumbuh kembang anak.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
6 Manfaat Produk Fancy Feast Kitten untuk Kucing Previous post 6 Manfaat Produk Fancy Feast Kitten untuk Kucing
Cara Menaikkan Berat Badan Anak Dengan Lebih Efektif Next post Cara Menaikkan Berat Badan Anak Dengan Lebih Efektif